Source: apothecarie.com

Mitos vs Fakta tentang Perawatan Kulit Berminyak

Hello, Beauties!

Soal perawatan kulit memang seru untuk terus diperbincangkan ya… ada saja ide-ide baru yang diklaim bisa merawat kulit lebih baik. Tapi jangan terburu percaya lalu mencoba tanpa pikir panjang, karena bisa  jadi ide itu hanya mitos yang malah membuat kulit lebih bermasalah di kemudian hari. Apa saja sih, mitos dan fakta tentang perawatan kulit?

Mitos: Pasta gigi untuk mengobati jerawat

Fakta: Pasta gigi yang mengandung menthol memang disebut-sebut bisa mengatasi jerawat, dalam arti membuatnya cepat kering. Tapi cara ini sebaiknya tidak dilakukan, beauties, karena menurut pendapat ahli dermatologi Dr. Neal Schutlz yang dirilis di Huffington Post, meskipun jerawat terlihat cepat mengering, sebenarnya yang terjadi adalah kulit mengalami iritasi. Bukan saja jerawatnya saja yang teriritasi, kulit di sekitarnya pun menjadi merah dan mengelupas, sebagai tanda-tanda terjadinya iritasi dan luka bakar. Aduh…!

Mitos: Mencuci muka dengan air panas baik untuk membuka pori-pori kulit.

Fakta: TIDAK BENAR. Kenyataannya, air yang terlalu panas dapat mengikis minyak alami yang ada di lapisan kulit, sehingga menimbulkan iritasi dan kekeringan, demikian pernyataan dari ahli dermatologi, dr. George Carter dari Methodist Charlton Medical Center di Dallas, Texas. Sebaiknya gunakan air hangat atau air bersuhu ruangan saat mencuci muka.

Mitos: Kulit berminyak tidak mudah berkerut sebagaimana kulit kering.

Fakta: Meskipun secara logika kulit berminyak cenderung lebih tebal, tak ada bukti bahwa kulit berminyak lebih tahan dari tanda-tanda penuaan. Paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, dan kekurangan nutrisi dapat mempercepat penuaan pada kulit dan menimbulkan kerutan, apapun jenis kulitnya.

Mitos: Sering scrubbing mencegah jerawat

Fakta: TIDAK BENAR. Tindakan pengikisan kulit dengan menggunakan scrub atau yang lainnya justru mengikis permukaan kulit yang mempertinggi risiko terjadinya infeksi bakteri, serta menghilangkan minyak alami, sehingga merangsang kulit memproduksi lebih banyak minyak. Lakukan scrubbing maksimal 1 kali per minggu, namun hindari saat kulit sedang mengalami peradangan/berjerawat yang cukup parah.

Mitos: Junk food menyebabkan jerawat.

Fakta: Menurut David Bank, ahli dermatologi dari New York yang dirilis di situs realsimple, belum ada penelitian ilmiah yang memastikan hal ini. Namun demikian, konsumsi makanan yang mengandung lemak dan indeks glikemik tinggi  dapat meningkatkan kadar gula dan insulin dalam darah, yang mempertinggi risiko terjadinya peradangan, salah satunya jerawat. Jadi sebaiknya, konsumsi makanan secara seimbang dan perbanyak makanan dan minuman sehat, seperti teh hijau, sayur dan buah segar, serta rendah kalori.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *