Kosmetik dan Skin Care Bersertifikat Halal di Indonesia

Kosmetik dan Skin Care Bersertifikat Halal di Indonesia

Beauty is pain. Kebanyakan wanita akan menggangguk semangat tanda setuju mendengar sepotong kalimat ini. Padahal pernyataan ini tidak bisa dibenarkan sepenuhnya. Masyarakat luas, khususnya wanita Indonesia, semakin memiliki kesadaran terhadap bahan penyusun produk kosmetik dan skin care yang mungkin membahayakan tubuh. Tidak hanya itu, kehalalan produk kecantikan telah menjadi perhatian tersendiri di Indonesia. Kini beragam brand pun berlomba-lomba menawarkan varian produk yang halal. So no more pain to the beauty.

Lantas produk seperti apakah yang halal? Yang mendapat sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), tentunya. Namun sebelum meraih sertifikat tersebut, ada beberapa jenis bahan di dalam produk yang perlu dipertimbangkan. Sejumlah bahan yang sering digunakan dalam kosmetik dan skin care berasal dari lemak hewan, sehingga kehalalannya perlu diuji. Bahan-bahan tersebut dapat berupa lemak, elastin, ekstrak plasenta, zat penstabil vitamin, asam alfa hidroksil, dan hormon.

Selain bahan yang berasal dari hewan, alkohol merupakan zat yang ditinjau dalam proses uji kehalalan. Faktanya, tidak semua jenis alkohol diharamkan. Ethyl alcohol seperti etanol dan methylated spirits adalah jenis alkohol yang keberadaannya tidak diizinkan dalam produk halal. Alkohol yang biasanya terdapat dalam aftershave lotion dan parfum ini dapat diserap oleh tubuh melalui kulit. It’s a huge no for halal product users!

But seriously, is there really a halal alcohol? Yes! Jenis alkohol seperti cetyl alcohol dan cetearyl alcohol adalah dua di antaranya. Cetyl alcohol yang berbentuk serpihan atau padatan lunak berwarna putih dalam suhu ruangan digunakan sebagai pengemusi dan bahan pengental. Sedangkan cetearyl alcohol yang berupa wax biasa dipakai sebagai penstabil emulsi dalam kosmetik atau skin care. Keduanya berasal dari tumbuhan dan tidak dapat diserap oleh kulit.

Untuk para wanita di luar sana yang begitu peduli terhadap hal ini boleh sedikit lega karena LPPOM MUI telah merilis daftar kosmetik dan skin care yang halal. Label ini diberikan per varian produk, namun produk yang tidak berlabel halal tidak lantas berarti non-halal. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2015, sampai saat ini baru 21 dari 1.550 produk atau sebesar 1,79 persen produk kosmetik di Indonesia yang tergolong halal. Semoga ke depannya semakin banyak brand yang peduli akan kehalalan produk kecantikan, so there will be more choices for us!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *